Kompetisi Negatif VS Kompetisi Positif

Mulai dari anak SD hingga Mahasiswa pastilah kita ingin lebih baik dari temen kita, betul gak?Iyalah pasti. Tentunya akan ada suatu parameter/ukuran yang akan kita gunakan untuk bersaing dengan teman-teman kita kalau semisal anak SD, paling tidak sebut saja mainan siapa yang lebih baik dari kita, ato mungkin pulpen siapa yang lebih imut.

Nah ini tadi di dunia Sekolah Dasar sekarang kita liat di dunia perkuliahan. Ada kalanya temen-temen kita yang merasa dirinya gak mampu akan meminta bantuan ke kita, semisal pinjam hasil coding-an kita (baca: saya mahasiswa Teknik Informatika UKDW) kemudian di-edit bagian NIMnya dan ganti nama jadi deh tu kerjaan kita dengan lisensi temen kita, padahal kita yang capek2 buat.Fffiiuffff!!!! Jika sampe terjadi kita dimintai terus menerus sedangkan temen yang minta aja gak mau mengandalkan kekuatannya sendiri nah ini yang namanya parasit. Lebih parah lagi klu ada proyek yang agak besar semisal proyek akhir tetep aja minta trus, n klu kita gak kasih dia akan mengancam dengan membuat kita dijauhi temen2 kita.

Mari kita simak uraian tentang idelisme kompetisi. Kompetesisi itu dalam pengertian dasarnya adalah kegiatan yang menujukkan sikap kita ingin lebih baik dari seseorang atau orang lain dengan parameter / ketentuan tertentu. Kita ingin agar level kita itu sama/klu bisa lebih tinggi. Dalam kompetisi ada dua jenis yaitu kompetisi negatif dan positif.

Pertama akan dijelaskan tentang kompetisi Positif

1. Mengandalkan kekuatan diri sendiri dalam mengerjakan tugas.

Kekuatan yang mendasari hal ini adalah KERJA KERAS , dihadapkan masalah serumit apapun kita tetep mau berusaha untuk mencari tahu dimana solusinya. Gak berhasil satu solusi kita tidak berhenti dalam posisi tersebut tapi kita gali lagi, gali lagi, dan gali lagi terus hingga ketemu deh solusinya apa.

2. Menjunjung tinggi nilai kerjasama.

Emang sih dikasih tugas individu yang besar namun kita putar otak, gimana y biar tugas individu ini cepet selesai. Managemen tugas dapat kita terapakan, ada bagian web programmer, web designer, database designer, dan lain sebagainya. Hal ini menjadi simulasi dunia kerja dimana kita dihadapakan pada posisi menentukkan siapa yang bisa satu tim dengan kita. Kalau emang udah mentok kemampuan kita n kita emang udah gak bisa ya lebih kita minta diajari ma orang yang lebih mampu.Ingat minta diajari bukan berarti kita minta source code/hasil kerjaan orang lain loooo….

3. Tidak mudah menyerah

Merupakan tindakan manusia yang patut ditiru. Hal ini akan menyebabkan kita pas besok kerja mau ditekan kayak apa ma bos kita, kita justru malah bisa menghadapinya dengan sebaik-baiknya kita menganggap bahwa masalah adalah tantangan yang harus dihadapi. Tanpa ada masalah gak ada hidup deh bagi orang yang berpikir seperti ini.

4. Kreatif

Kere tapi aktif. Menggunakan apa yang ada supaya menjadi lebih berguna dan menghadapi masalah dengan optimisme pasti aka nada solusi yang ketemu. Tidak hanya menghadapi satu masalah dengan satu solusi tapi beberapa solusi, sehingga klu satu solusi gagal masih ada beberapa solusi lain.

 

5.  Setia dalam perkara kecil setia juga dalam perkara besar

Emang sih ada bentrokan dengan teman kita, namun janganlah takut karena kalu kita bersemangat bahwa kalau masalah besar jangan dibiarkan jadi masalah-msalah kecil, sedangkan masalah-masalah kecil jangan menjadi masalah besar, maka permasalahan yang ada akan membuat kita tabah dan mau mencari solusi.

Berikutnya adalah kompetesi negatif

Pesaing berat dari kompetesi positif di dalamnya terdapat kegiatan2 yang menunjukkan sikap malas, tak bisa memanagemen waktu dengan baik, dan hal-hal buruk lainnya.

1. Tidak mau mengandalkan kekuatan diri sendiri

Sikap orang yang sukanya males-malesan, udah tau itu tugas waktunya 2 minggu eh dikerjain pas besok tinggal satu hari udah mau dikumpulin, minta source code dari temen, ganti NIM n Nama. Sungguh kegiatan yang MEMALUKAN, masa sih kayak gini ciri-ciri mahasiswa panutan? Bahaya banget lo klu mpe ketahuan copy paste aja soalnya waktunya mepet banget tuh. Mungkin cuman buat ganti NIM n NAMA doang aja tuh satu malam. Kegiatan ini definisinya meng-KAPSTOKAN hidup pada hidup orang lain.

2. Premanisme

Ya kita udah capek2 buat lalu ada deh temen2 kita yang mau minta hasil kerja keras kita dengan ribuan alasan yang jelas2 nunjukin klu emang orang itu gak mau kerja. Abis itu klu kita gak kasih, kita bakalin di-doa2in biar celaka, atau yang parah dibuat cerita bahwa kita itu pinter uabis lalu kesalahan kita sekecil apapun bakalan dijadiin bahan cemoohan hinaan untuk disebarluaskan kepada kawan2 kita yang lain, dan seringnya dibumbui hasutan, kesalahan yang terjadi karena bukan kesalahan kita dianggap itu kesalahan kita. MEMUAKKAN!!!!

 

3. Gampang menyerah

Dah kayak ciri-ciri orang mau mati aja, dikasih sulit dikit aja udah gak mau kerjain. Langsung ngomong ,”Wah susah banget to?” , “iki piye yo ra dong aku.”, dan lain sebagainya yang nunjukin klu dia itu males.

 

4. Pikiran buntu

Karena terlalu lama bergantung ma orang lain jadi gak bisa mengembangkan apa yang ada di dalam otaknya. Otaknya jadi gak kepake, kayak zombie. Pikirannya melulu minta hasil jadi. Andaikata orang-orang ini mau mengasah otaknya masalah pasti ada berbagai pilihan solusinya, malah munkin orang jadi bingung mau pake solusi apa. Otak orang-orang ini jadi gak bisa beradaptasi dengan masalah apapun juga.

 

5. Membesar-besarkan masalah

Adakalanya karena tidak saling kenal kita bicara A tapi orang lain mengertinya hal B, ini miskomunikasi. Bisa juga masalah seperti gak bales sms ketika di-sms, gak datang untuk ketemuan padahal dia yang bilang minta n gak mau sms. Didukung dengan emosi negati yang besar (rasa mangkel karena pas berkomunikasi gak pernah nyambung) akhirnya temen kita mengganggap bahwa kita gak mau bergaul ma dia. Proyek yang justru dikorbankan dengan menggagalkan setiap kegiatan yang mendukung kesuksesan proyek agar kita yang udah kerja keras gak bakalan bisa yang jadi batu penjuru tim, semua kegiatan diboikot oleh orang yang udah merasa disakitin padahal sebenarnya si orang yang sakit hati ini itu gak mau kerja keras cuman mau nggandul ma orang lain. Udah kita capek2 kerjain eh digagalin ma temen kita cuman karena mikomunikasi. Padahal klu si orang yang dah sakit ati ini tadi mau merubah ‘negatif thinking’-nya misalkan:”Ah si ini gak datang padahal dia tadi bilang mau ketemuan namun gak papalah aku aja yang kerjain aku buat apa yang masih kurang ntar klu udah jadi dibandingin punyaku ma punya dia klu dia lebih baik aku belajar ma dia, klu aku lebih baik aku ngajari dia”. Positifi kan pikiran ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: